Selasa, 25 Desember 2012

Permainainan Motorik Halus AUD




Alat permainan adalah sumber belajar yang digunakan anak untuk memenuhi naluri bermainya, peralatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan anak. Macam alat permainan sebagai pelengkap untuk bermain anak sangat beragam. Ada yang bersifat bongkar pasang, mengelompokkan, memadukan, mencari padanan, merangkai, memebentuk, mengetok, menyempurnakan suatu desain, menyusun sesuai bentuk utuhnya dan lain-lain. Fungsi alat permainan adalah untuk mengenal lingkungan dan juga mengajar anak untukmengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Dengan alat permainan anak akan melekukan kegiatan yang jelas dan menggunakan semua panca indranya secara aktif, kegiatan yang aktif dan menyenangkan ini juga akan meningkatkan aktivitas sel otaknya yang juga merupakan masukan-masukan pengamatan maupun ingatan yang selanjutnya akan menyuburkan proses pembelajaranya.
Motorik halus adalah aktivitas motorik yang melibatkan aktivitas otot-otot kecil atau halus; gerakan ini lebih menuntut koordinasi mata dan tangan dan kemampuan pengendalian yang baik, yang memungkinkannya untuk melakukan ketepatan dan kecermatan dalam gerakan-gerakannya. Yang termasuk gerakan motorik halus ini antara lain adalah kegiatan mencoret, melempar, menangkap bola, meronce manik-manik, menggambar, menulis, menjahit dan lain-lain. Keterampilan ini berkembang lebih lambat dibandingkan dengan keterampilan motorik kasar karena memang tuntutannya lebih tinggi.

Keterampilan motorik halus (fine motor skills) adalah aktivitas-aktivitas yang memerlukan pemakaian otot-otot kecil pada tangan. Aktivitas ini termasuk memegang benda kecil seperti manik-manik, butiran kalung, memegang sendok, memegang pencil dengan benar, menggunting, melipat kertas, mengikat tali sepatu, mengancing, dan menarik ritsleting. Aktivitas tersebut terlihat mudah namun memerlukan latihan dan bimbingan agar anak dapat melakukannya secara baik dan benar. Meningkatkan keterampilan motori halus dapat di latih dengan berbagai kegiatan yang positif seperti menggambar dan mewarnai merupakan salah satu cara meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Beberapa keterampilan tangan yang penting bagi anak untuk dikembangkan adalah :
1.    Mampu melengkungkan telapak tangan membentuk cekungan (palmar arching)
2.    Menggunakan jari telunjuk dan jempol untuk memegang suatu benda, sambil menggunakan jari tengah dan jari manis untuk kesetabilan tangan mereka (hand side separation).
3.    Membuat bentuk lengkung dengan jempol dan telunjuk (open web space)
Pentingnya pengembangan motorik halus untuk AUD
Ada 5 prinsip utama perkembangan motorik yaitu kematangan, urutan, motivasi,
pengalaman, dan praktik (Malina & Bouchard, 1991).

a. Kematangan
Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarat belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik. Pada usia ± 5 tahun syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan, dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik. Otot-otot besar mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan, berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari-jari tangan untuk menyusunp u z z el, memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat, dan sebagainya.
b. Urutan
Pada usia 5 tahun anak telah memiliki kemampuan motorik yang bersifat kompleks, yaitu kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan motorik dengan seimbang seperti berlari sambil melompat, mengendarai sepeda.

c. Motivasi
Motivasi yang datang dari dalam diri anak perlu didukung dengan motivasi yang datang dari luar. Misalnya, dengan memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan berbagai kegiatan gerak motorik serta menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak.
Pengaruh kesempatan dan kebebasan anak untuk bergerak pada usia muda mengandung implikasi terhadap pentingnya perkembangan keterampilan gerak anak. Kurangnya kesadaran orang dewasa termasuk guru-guru akan hal ini mengakibatkan langsung terhadap berkurangnya keuntungan yang dapat diperoleh, terutama untuk mencegah pengaruh yang menghambat tumbuh-kembang anak secara keseluruhan.

d. Pengalaman
Perkembangan gerakan merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. Latihan dan pendidikan gerak pada anak usia dini lebih ditujukan bagi pengayaan gerak, pemberian pengalaman yang membangkitkan rasa senang dalam suasana riang gembira anak.

e. Praktik
Beberapa kebutuhan anak usia dini yang berkaitan dengan pengembangan motoriknya perlu dipraktikkan anak dengan bimbingan guru. Kebutuhan anak-anak tersebut menurut Bucher dan Reade (1959) adalah sebagai berikut.
1)      Ekspresi melalui gerakan
2) Bermain, sebagai bagian dari perkembangan anak
3) Kegiatan yang berbentuk drama
4) Kegiatan yang berbentuk irama
Perkembangan motorik halus anak taman kanak-kanak ditekankan pada koordinasi gerakan motorik halus dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang, bahkan hamper sempurna. Walaupun demikian anak usia ini masih mengalami kesulitan dalam menyusun balok-balok menjadi suatu bangunan. Hal ini disebabkan oleh keinginan anak untuk meletakkan balok secara sempurna sehingga kadang-kadang meruntuhkan bangunan itu sendiri. Pada usia 5 atau 6 tahun koordinasi gerakan motorik halus berkembang pesat. Pada masa ini anak telah mampu mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan, antara lain dapat dilihat pada waktu anak menulis atau menggambar.

A.      Jenis alat permainan untuk pengembangan motorik halus
Banyak sekali bentuk  permainan yang dapat mengembangkan keterampilan motorik halus anak diantaranya:

·           Membuat boneka salju dari kain
·           Cetakan pasir
·           Papantulis goresan jari
·           Telur dinasourus
·           Memoles perak
·           Gunting dan berhenti
·           Waktu memalu
·           Bermain dengan palu
·           Meraba dan menceritakan
·           Bentuk-bentuk
·           Mencocok bentuk
·           Mencocok kunci
·           Mencocok tutup
·           Menjepit dengan jepit jemuran
·           Menjepit warna
·            Mengambil dengan pinset
·           Menjahit gambar
·           Kartu menjahit
·           Menempel dan mengguntuing



Adapun alat-alat yang dapat di gunakan dalam mengembangkan motorik halus anak adalah sebagai berikut:

·         Gunting
·         Lem
·         Kertas
·         Papan flannel
·         Gambar
·         Pasir bersih
·         Pensil
·         Sendok
·         kain halus
·         spidol
·         palu mainan
·         jepit jemuran
·         lakban
·         dll


B.      langkah pelaksanaan dalam permainan menggunting
Tema : diri sendiri
Sub tema : kesukaan ku
·      Guru dan anak mengucap salam
·      Anak berdoa bersama
·      Guru menanyakan keadaan anak/bercakap-cakap pagi
·      Guru memberitahu anak tentang tema hari itu.
·      Guru bertanya jawab dengan anak tentang tema
·      Guru memperlihatkan media pembelajaran
·      Guru menyelingi dengan lagu “ andai hujan buah”
·      Guru mengjak ank bermain dengan kertas origami.
·      Guru menjelaskan apa bentuk permainanya, atau guru memberitahu anak bahwa hari kita bermain melipat dan menggunting
·      Pertama guru membagikan kertas kepada masing-masing anak
·      Guru memperaktekan didepan anak bagaiman cara melipatnya, samba anak melakukanya
·      Guru mengajak anak menggunting bagian yang harus dihilangkan,
·      Setelah menggunting  guru mengajak anak menempel bagian kertas yang perlu di temple.
·      Hingga menjadilah sebuah keranjang buah
·      Setelah  selesai melakukanya guru menyeling kembali dengan bernyani.
·      Selanjutnya anak istirahat dan barmain, makan bersama.
·      Sebelum pulang anak berdoa bersama dan memberi pengutan ata reword kepada nak dengan mengisi keranjang anak dengan buah.

C.      Keunggulan dan kelemahan menggunakan alat permainan menggunting
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih alat permainan bagi anak usia dini agar  dapat mencapai manfaat yang optimal, maka alat yaitu sebagai berikut berikut :
1. Aman atau tidak berbahaya bagi anak, misalnya bentuk, warna dan bahan
2. Berdasarkan minat anak , jadi bukan pilihan orang lain
3. Sebaiknya beraneka ragam, sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut
4. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah
5. Kuat, dalam arti tidak mudah rusak, karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar, dibanting, dll.
6. Menarik, baik warna maupun bentuknya
7. Murah, mainan tidak harus membeli, namun dapat

Adapun keunggulan dari permainan ini adalah dengan melipat motorik halus anak akan semakin berkembang agar gerakan jari anak lebih lentur, gerakan motorik halus anak juga dapat mengarahkan pada perkembangan otak anak, karena dengan adanya koordinasi antara mata dan tangan, melipat juga merupakan permaina yang tidak sulit untuk diikuti anak, dengan melipat anak juga dapat mengembangkan aspek kognitif yaitu pada saat guru mengarahkan untuk mengetahui warna apa kertas yang sedang dipegang anak, menghitung sisi-sisi kertas dan menghitung banyaknya lipatan, permainan ini juga dapat mengembagkan aspek social emosional yaitu di waktu anak harus melipat dengan rapi, menggunting dan menempelnya.
Sedangkan kelemahan dari permainan ini yaitu apabila guru tidak mengawasi anak secara baik, maka anak akan menggunakan gunting untuk melukai temanya, itu dapat membahayakan anak karena tidak tepatnya penggunaan benda tajam.

0 komentar:

Poskan Komentar